Warga Kota Kediri, Kolektor Sepeda Tua Hingga Berjumlah Ratusan

oleh
Sadam, Warga Kota Kediri, Kolektor Sepeda Tua Hingga Ratusan

Kediri, Memo
H. Amir Fatah (Alm), kolektor sepeda tua Di Kediri, tahun 1988 mulai berburu, Kini Koleksinya ada ratusan Sepeda Tua, Terbanyak bermerk dari Belanda dan Inggris.

Nama H. Amir Fatah (Alm), yang beralamat di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tentu tidak asing lagi bagi pencinta sepeda tua di Indonesia.

Sejak tahun 1988, usai krisis moneter, penggemar sepeda tua, motor tua dan mobil tua itu, sudah mulai berburu sepeda tua ke seluruh penjuru negeri bahkan sampai ke Papua.

Meski H. Amir Fatah sudah lama meninggal yaitu sejak tahun 2016 lalu, namun koleksi sepeda tuanya sebanyak 400 an buah, masih tetap terawat dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari anak H. Amir Fatah nomor 4, yang kayaknya mewarisi hobby orang tuanya, bernama Sadam Husein.

Sadam sendiri mengaku mulai mengenal Sepeda tua sejak dibangku SMP. Ketika itu, Bapaknya membelikan sepeda tua merk Gazelle seri 11 buatan Belanda. Karena waktu itu tidak tau kalau sepeda Gazelle adalah sepeda langka, ketika ke sekolah, sepeda itu dinaiki dengan teman sebaya, berjumlah 3 orang. Empat orang termasuk dirinya.

loading...

Lama-lama, sepeda Gazelle nya rusak. Melihat hal itu, Bapaknya (H. Amir Fatah) marah dan menjual sepeda itu. Ternyata hasil penjualannya lebih banyak saat pertama dibeli.

Ketika dibeli pertama, lanjut Sadam, harga sepeda Gazelle itu hanya berharga ratusan ribu saja. Tapi ketika dijual laku Rp.3 juta. Harga itu, sudah sangat tinggi untuk ukuran waktu itu.

“Mulai saat itulah, Abah bertekat akan mengoleksi sepeda tua dan bahkan beliau memburu sepeda tua sampai ke Papua. Termasuk membeli kembali sepeda Gazelle yang pernah dijualnya dulu, meski dengan harga tinggi, “kata Sadam Husein, saat ditemui di gudang sepeda tua ayahnya, Selasa (13/7/2021).

No More Posts Available.

No more pages to load.