Example floating
Example floating
Berita

Terungkap! Pakaian Khas Terbaru Kediri Bikin Heboh!

×

Terungkap! Pakaian Khas Terbaru Kediri Bikin Heboh!

Sebarkan artikel ini

MEMO KEDIRI – Pakaian khas terbaru Kediri yang diluncurkan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana memicu antusiasme yang tinggi dalam masyarakat. Dalam rangka perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1220, pakaian tradisional ini tidak hanya menghadirkan desain yang segar, tetapi juga memperkuat keberlanjutan dan konservasi budaya Kediri.

Bupati Kediri Hadirkan Model Baru Pakaian Tradisional untuk Perayaan

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, telah mengenalkan model terbaru pakaian tradisional Kediri dalam rangka perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1220. Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Dhito, pakaian tradisional ini mengusung desain yang segar namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan sebelumnya.

Advertisment
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk baca berita

“Pengenalan wajah baru pakaian tradisional ini dilakukan agar kita memiliki variasi desain. Ketika bandara sudah beroperasi, kita bisa menyambut para tamu dengan beragam model,” ungkapnya pada hari Senin, tanggal 25 Maret 2024.

Seperti pakaian khas Wdhan dan Ken Kadiri yang diluncurkan dua tahun yang lalu, model terbaru ini juga memuat motif lidah api, padma teratai, serta gambaran dua gunung yang melambangkan Wilis dan Kelud.

Mas Dhito mendorong agar masyarakat aktif menggunakan pakaian tradisional Kediri. Menurutnya, penggunaan yang meluas dapat membuat pakaian tradisional tersebut menjadi seragam adat jika dipakai secara konsisten dalam berbagai acara dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pendapat yang senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Imam Mubarok, yang mengatakan bahwa untuk menjadikan pakaian tradisional ini sebagai seragam adat, masyarakat harus konsisten dalam penggunaannya. Rentang penggunaannya bisa mencapai hingga lima puluh tahun, imbuhnya, dan penting bagi semua pihak untuk memastikan penggunaan dua model pakaian khas ini dapat berkelanjutan.

Gus Barok, panggilan akrabnya, turut mengajak masyarakat untuk lebih memprioritaskan penggunaan pakaian tradisional dari Kabupaten Kediri daripada pakaian adat dari daerah lain. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan cita-cita menjadikan pakaian tradisional tersebut sebagai seragam adat yang resmi.

“Kita harus bersama-sama merasakan kebanggaan, dan bagaimana kita harus melestarikannya,” tegasnya.

Salah satu langkah yang telah diambil, tambahnya, adalah dengan mewajibkan pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengenakan pakaian tradisional Wdhan dan Ken Kadiri setiap Kamis pada minggu pertama setiap bulannya.

Desain Segar dengan Motif Tradisional: Konservasi Budaya Kediri

Kehadiran pakaian tradisional terbaru ini tidak hanya sebagai upaya inovasi dalam memperkaya keanekaragaman budaya Kediri, tetapi juga sebagai langkah penting dalam membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya.

Diharapkan dengan penggunaan yang konsisten, pakaian khas Kediri dapat menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat lokal dan menyumbang pada promosi dan pelestarian budaya daerah. Oleh karena itu, partisipasi aktif semua pihak dalam mengenakan dan melestarikan pakaian tradisional ini sangat diperlukan guna mewujudkan tujuan tersebut.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *