Example floating
Example floating
Ekonomi BudayaKediri

Program Gebyar Diskon Pupuk 2024, Solusi Cerdas untuk Petani

×

Program Gebyar Diskon Pupuk 2024, Solusi Cerdas untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Program Gebyar Diskon Pupuk 2024, Solusi Cerdas untuk Petani
Program Gebyar Diskon Pupuk 2024, Solusi Cerdas untuk Petani

MEMO kediri

Petani di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri sedang memanfaatkan kesempatan emas dalam program Gebyar Diskon Pupuk 2024 yang digelar oleh PT. Petrokimia Gresik. Dengan diskon hingga 40 persen, petani dapat memperoleh pupuk non subsidi dengan harga terjangkau, membantu mereka mengatasi tantangan biaya produksi yang meningkat.

Advertisment
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk baca berita

Rahasia Diskon Pupuk 40% Bikin Petani Bergembira!

Petani di daerah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri sedang aktif memanfaatkan penawaran spesial untuk membeli pupuk non subsidi dengan harga murah dalam program Gebyar Diskon Pupuk 2024.

Program ini diselenggarakan oleh PT. Petrokimia Gresik di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) yang berlokasi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Robby Setiabudi Madjid, Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan ketersediaan pupuk baik yang bersubsidi maupun yang tidak bersubsidi pada musim tanam awal 2024.

Pupuk Indonesia menyelenggarakan serangkaian acara Gebyar Diskon Pupuk 2024 di 43 lokasi, salah satunya di Tulungagung.

“Kami ingin memastikan bahwa para petani tidak kehilangan kesempatan untuk menanam. Sementara menunggu tambahan anggaran subsidi dari pemerintah, kami mengambil inisiatif untuk memberikan diskon sebesar 40 persen kepada semua petani,” ungkap Robby Setiabudi Madjid pada Senin (12/2/2024).

Dalam Gebyar Diskon Pupuk 2024 di Tulungagung ini, Pupuk Indonesia menyediakan pupuk non subsidi sebanyak 400 ton. Ini terdiri dari 200 ton pupuk Urea Non Subsidi (Nitrea) dan 200 ton NPK Phonska Plus.

“Pupuk Nitrea seberat 25 kilogram dan pupuk NPK Phonska Plus seberat 25 kilogram biasanya dijual dengan harga Rp450 ribu, namun hari ini bisa ditebus dengan harga Rp270 ribu saja,” tambah Robby Setiabdi Madjid.

Menurut Robby, program tebus murah ini menggunakan sistem pembagian voucher kepada petani. Dari total 400 ton pupuk non subsidi tersebut, Pupuk Indonesia membagikan 8.000 voucher, terdiri dari 4.000 voucher untuk petani di Tulungagung dan 4.000 voucher untuk petani dari Kabupaten Kediri.

Untuk dapat mengikuti program ini, petani hanya perlu menunjukkan voucher tersebut beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli. Setelah itu, mereka dapat mengantri untuk membeli satu paket pupuk non subsidi dengan harga Rp270 ribu di GPP Petrokimia Gresik di Kabupaten Tulungagung yang berada di Kecamatan Ngantru.

“Inisiatif ini kami ambil karena anggaran subsidi pupuk tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya. Namun, Alhamdulillah pemerintah menunjukkan niat untuk menambah anggaran subsidi pupuk. Kami mendukung dengan program gebyar diskon ini di 43 lokasi,” jelasnya.

Menghemat Biaya Produksi dan Meningkatkan Hasil Tanaman dengan Diskon Besar!

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Drs. Suyanto, MM, menyampaikan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya Gebyar Diskon Pupuk 2024 ini. Dia berharap bahwa hal ini dapat mengurangi beban petani dalam menghadapi kekurangan pupuk subsidi dan pada akhirnya meningkatkan hasil produksi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memulai langkah yang positif menuju peningkatan kesejahteraan petani. Seperti yang diketahui, pupuk adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil pertanian. Oleh karena itu, ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani sangatlah penting,” jelasnya.

Budi, seorang petani dari Kecamatan Ngantru, Tulungagung, menyatakan bahwa dia merasa sangat terbantu dengan adanya program tebus murah pupuk non subsidi ini karena dapat mengurangi biaya produksi pertaniannya.

“Saya bisa mendapatkan diskon sebesar 40 persen. Ini akan membantu saya menghemat biaya produksi. Saya akan menggunakan pupuk ini untuk menanam padi dan mentimun,” ujarnya setelah melakukan tebus murah pupuk non subsidi.

Pertanian memiliki kontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Setiap tahun, Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 triliun untuk program subsidi pupuk.

Pada tahun 2024, Pemerintah berencana untuk menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp14 triliun agar lebih banyak petani yang mendapatkan pupuk subsidi. Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk subsidi hanya dengan menggunakan KTP.

Untuk menjaga ketersediaan pupuk, Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menyelenggarakan program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota dan kabupaten selama bulan Januari hingga Februari 2024.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi maupun non subsidi dengan melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah sentra pertanian.

Hingga tanggal 4 Februari 2024, stok pupuk subsidi dan non subsidi mencapai 1.936.489 ton, setara dengan sekitar 200 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah. Stok ini terdiri dari pupuk subsidi sebesar 1.329.295 ton dan pupuk non subsidi sebesar 607.407 ton.

Gebyar Diskon Pupuk 2024: Solusi Terbaik untuk Petani dalam Menghadapi Kenaikan Harga

Tentunya, langkah-langkah ini harus terus didukung dan dipertahankan untuk menjaga ketersediaan pupuk yang memadai dan harga yang terjangkau bagi petani. Dengan demikian, petani dapat terus berproduksi dengan efisien dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Gebyar Diskon Pupuk 2024 telah membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani dapat menciptakan solusi yang nyata dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *