Istri Kades Tembalang, Keberatan Pemberitaan di Media Online

oleh
Ket foto1: Sidang hadirkan saksi didampingi para pengacara Susilowati.

Blitar, Memo

Susilowati (54) istri Kepala Desa Tembalang Kecamatan Wlingi, keberatan disebut dalam pemberitaan media dengan istilah ‘jabel’ motor, paska menjalani sidang di PN Blitar dengan agenda pemeriksaan saksi, beberapa waktu lalu.

Rabu ( 17/11) besuk, menurut rencana, sidang perkara yang mendera Susilowati kembali digelar, dengan agenda tuntutan dari JPU ( jaksa penuntut umum )

Dalam sidang sebelumnya, PN Blitar menghadirkan para saksi, terdakwa keberatan adanya pemberitaan di media online yang dianggap tendensius, dengan judul “Jabel Motor Istri Kades Jadi Pesakitan”.

Dalam kesaksiannya di sidang, semua yang dituduhkan pelapor tidak benar. Apalagi jabel motor milik korban,yakni, Dewi, warga Tegalasri.

“Sepeda motor yang dipermasalahkan bukan kita jabel melainkan diserahkan baik-baik sebagai jaminan pinjaman piutang dan ada saksinya. Lagian Ibu Dewi sebelumnya sudah membuat surat perjanjian secara sukarela mendatangi rumah saya juga ada saksinya,” ungkap Susilowati di persidangan.

Lebih lanjut, Susilowati merasa heran masalah piutang Dewi sudah lima tahun yang lalu. Mengapa baru dipermasalahkan, hingga dilaporkan ke polisi. Bahkan saat ini harus melakukan persidangan di PN Blitar.

Sementara itu, Susilowati saat dikonfirmasi Memo berkaitan keberatan pemberitaan dimedia online masih mau koordinasi dengan pengacaranya.

loading...

Salah satu pengacara Susilowati, Edy Teguh Wibowo, SH, S.sos saat dihubungi memo, menjelaskan keberatannya pemberitaan tersebut dianggap tendensius.

Karena kasusnya masih dalam persidangan belum tentu kliennya bersalah, karena masih diuji dalam sidang, kasus yang didakwakan. Sehingga pemberitaan tesebut perlu diklarifikasi agar tidak sepihak.

“Kami merasa keberatan dengan pemberitaan, karena klien kami belum tentu bersalah sesuai yang didakwakan,” ujarnya melalui ponsel. Bahkan tim pengacara yang lain, Hendi Priono, SH, MH dihubungi melalui ponselnya bersedia memberikan keterangan sesuai fakta hukum kliennya.

“Besok saja ketemu, kalau sudah sampai Blitar saya hubungi. Karena saya masih perjalanan di tol dari Surabaya,” tandasnya.

Perlu diketahui, Susilowati didakwa dalam persidangan dianggap menyimpan kendaraan bermotor milik Dewi. Namun dalam persidangan, Susilowati menegaskan motor tersebut diserahkan Dewi sendiri sebagai jaminan piutangnya, tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Bahkan dipertegas Susilowati, bahwa Dewi membuat surat perjanjian atas kemauannya Dewi mendatangi rumah Susilowati.(pra/memo)

No More Posts Available.

No more pages to load.