Festival Kampung Madu Jadi Lokasi Kongres Nasional Pelestari Sejarah

oleh

Kediri, Memo
Ada yang spesial dalam gelaran Festival Kampung Madu di Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas pada 26-28 oktober 2018. Yakni kampung madu menjadi tempat berlangsungnya Kongrses Nasional Komunitas Pelestari Peninggalan Sejarah ke II tahun 2018.

Ketua Pelaksana Kongres, Novi Bahrul Munib saat pembukaan Kongres (26/10) mengatakan kegiatan ini mengambil tempat di Kediri karena daerah disini memiliki banyak lokasi peninggalan sejarah. Dimana menjadi bukti peradaban yang menjadi asal usul nusantara.

“Pelaksanaan kongres ini dilatarbelakangi kurangnya sinergi antar komunitas pelestari peninggalan sejarah di Indonesia. Selain itu ada beberapa komunitas yang belum bekerjasama secara maksimal,” terangnya.

Acara ini juga dihadiri perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Yakni Kepala seksi Program dan Evaluasi Direktorat Sejarah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mohammad Iqbal.

Iqbal mengatakan Pemerintah akan terus mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan komunitas-komunitas dalam menjaga kelestarian cagar budaya di negeri ini. keterlibatan komunitas dalam melestarikan sejarah sangat penting agar sejarah bangsa Indonesia terus lestari.

“pemerintah membuka ruang bagi adanya komunitas yang melakukan kegiatan positif dalam menjaga kelestarian cagar budaya. Bahkan kami selalu menganggarkan adanya lomba penelitian sejarah dan film. Kami menunggu karya para komunitas untuk bergerak nyata dalam melestarikan sejarah,” jelasnya.(adv/ kominfo}