Tandai Masuk Sekolah, Bupati Kediri Mengajar di SMP Bhakti

oleh -240 views
Tandai Masuk Sekolah, Bupati Kediri Mengajar di SMP Bhakti
Tandai Masuk Sekolah, Bupati Kediri Mengajar di SMP Bhakti

Kediri, Memo
Tahun ajaran baru 2019/2020 telah dimulai. Siswa-siswi SD, SMP dan SMA sederajatnya sejak tanggal 15 Juli 2019
kemarin sudah masuk sekolah seperti biasa. Jalanan yang biasanya sepi karena anak sekolah libur panjang, sejak
dua hari ini ramai oleh lalu lalang pelajar berangkat dan pulang sekolah.

Selasa pagi yang cerah (16/7), Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengajar di SMP Bhakti Nusa Kecamatan
Plosoklaten. Dalam acara ‘Kelas Inspirasi’ tersebut beliau datang tepat pukul 08.00 WIB dan langsung menuju
kelas 7 yang merupakan siswa-siswi baru SMP.

Pertama masuk kelas, Ibu Bupati menyaksikan guru yang mengajar di sekolah tersebut. Saat itu sedang disampaikan
materi tentang obyek-obyek wisata di Kabupaten Kediri. Nampak para murid dengan antusias mengikuti dan menjawab
setiap pertanyaan dari gurunya.

Begitu mendapat giliran untuk mengajar, Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno langsung memberikan pertanyaan
kepada 35 anak.

“Ayo, siapa yang bisa menjawab dengan benar akan saya berikan hadiah. Tempat wisata yang terdekat dengan sekolah
ini mana? Yang berani menjawab maju kedepan,” tanya Bupati.

Dengan cepat dan bersamaan murid tersebut menjawab Wisata Ubalan. Karena jawabannya benar, mereka langsung
mendapat hadiah sepatu dari Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Ditemui usai mengajar di Kelas Inspirasi, Bupati Kediri berpesan kepada siswa baru harus selalu rajin belajar.
Untuk menambah motivasi belajar, diberikan juga bantuan seragam bagi sekolah swasta yang hari ini kepala
sekolahnya juga diundang kesini.

“Saya harap masyarakat bisa memanfaatkan potensi untuk menambah income/penghasilan untuk para siswa. Misalnya
daerah yang berlokasi di dekat sentra nanas, bisa diajarkan membuat serat nanas. Karena disini sentra makanan
sate, bisa juga diajarkan membuat tusuknya. Dengan demikian tidak ada alasan mereka putus sekolah apa lagi
masalah ekonomi. Karena dari hasil membuat serat nanas atau tusuk sate bisa dijual buat tambahan mereka
sekolah,” tegasnya. (Adv/Kominfo )