Tak Mampu Bayar Hutang , Belasan Nasabah Lintah Darat Dilaporkan Polisi

oleh

Yang lebih tragis lagi masih kata Sayem ada nasabah yang nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena stres tidak bisa melunasi hutangnya. ” Pernah terjadi bunuh diri dialami nasabah tapi untungnya masih selamat,” paparnya.

Ditanya wartawan besaran bunga dan jenis pinjamannya dikatakan Sayem untuk bunga kisaran sampai 10%. Sementara untuk model pinjaman yang dimiliki koperasi yang memberikan pinjaman sangat banyak jenisnya. ” Ada ustilah mama mona, sebrakan , berkat barokah, dua bulanan,enam bulanan,empat belasan dan masih banyak istilah lainnya,” imbuhnya.

Saat ditanya nama koperasi yang memberikan pinjaman lebih jauh dikatakan Sayem tidak tahu. Pasalnya koperasi yang berada di Desa Kaloran tersebut tidak memiliki kantor tetap. Termasuk papan namanya juga tidak ada. ” berbadan hukum atau tidak saya tidak tahu,” terangnya.

Yang pasti dikatakan juga oleh Sayem setiap nasabah membayar uang pinjaman, dari pihak koperasi tidak memberikan bukti pembayaran berupa kwitansi atau istilah didunia bank plecit ” pipil”.

” Uang yang dibayar kepada penagih hanya dicatat dalam buku pribadi penagih. Nasabah tidak diberi bukti pembayaran dalam bentuk apapun. Jadi selama ini para nasabah tidak pernah tahu nama koperasinya apa,” jelasnya.

Perlu diketahui pada Kamis (12/7) hari ini sekitar pukul 12.00 wib para nasabah siap memenuhi panggilan polsek. Rencananya para nasabah berangkat bersama sama dengan menggunakan truk. Titik kumpul pemberangkatan dari Balai Desa Kaloran. (adi)