Siswa Akan Dibebaskan Dari PR, Dengan PR Tidak Akan Meningkatkan Daya Saing

oleh -1.303 views
iklan

Kediri, Memo
Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan dalam rangka memperingati HUT PGRI Ke 73 tahun 2018. Peringatan HUT PGRI Kota Kediri dilaksanakan di taman Memorial Park, jalan PK Bangsa, Kota Kediri, Rabu (28/11).
Acara yang dikemas dalam Simponi Bagimu Pahlawan dihadiri oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, jajaran Guru se Kota Kediri, pengurus PGRI Kota Kediri dan juga tamu udangan.
Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dalam sambutannya, mengatakan, dihari HUT PGRI Ke 73 tahun 2018, ipm di kota Kediri mencapai 77,13 persen, dan ini sudah mengalahkan ipm provinsi, diharapkan nantinya untuk menjaga pencapaian tersebut.
Masih dalam sambutanya, walikota juga berpesan guru guru dihimbau untuk menguasai bukan dikuasi oleh kemajuan tapi kita menguasai kemajuan, karena dengan kecagihan teknologi saat ini.

“Dan jangan banyak banyak memberikan PR, karena tidak ada manfaat tak ada guna, untuk itu sebagai pendidik saya harapkan bisa mendorong berpikir kritis ajak mereka berpikir terhadap dinamika yang ada, “ucapnya.
Saat dikonfirmasi, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menjelaskan, guru harus meningkatkan teori membentuk ahklaq kepada murid dan menyiapkan untuk kemanjuan jaman, mereka tidak boleh dikuasai kecagihan teknologi, karena banyaknya perubahan perubahan, dan juga perubahan tidak perlu dihindari.
Lebih lanjut, ditanya terkait siswa tidak perlu diberikan PR, walikota mengatakan, menurutnya anak anak masih banyak kegiatan, karena anak tidak perlu diberikan PR, diberi pelajaran secara intensif.

“Mereka diajak untuk memecahkan permasalahan, karena PR terkesan bisa menghilangkan waktu belajar, “ujarnya.
Walikota juga mengatakan bahwa di negara negara maju sudah ada penelitian dengan siswa diberikan PR tidak akan meningkatkan daya saing mereka.
Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri yang juga ketua PGRI mengatakan, di hari HUT Guru dan PGRI 73 kita harus melakukan perubahan untuk peningkatan, karena guru dituntut dengan metode sesuai dengan tuntutan jaman, seperti pepatah Didiklah Anakmu Seperti Perkembangan Jaman, Jangan Didik Anakmu Seperti Jaman Waktu Dulu.
“Untuk itu guru harus berubah, sesuai dengan tuntutan, seperti yang dikatakan Walikota Kediri, siswa jangan diberikan PR, saya responsif bagus sehingga nantinya dirumah siswa bisa enjoy dan di sekolah bebas, insyaallah apa yang dicanangkan oleh bangsa indonesia bisa tercapai, “tuturnya.
Lebih lanjut, ditanya terkait siswa dikota Kediri tidak akan dibebani oleh PR, Kepala Diknas Kota Kediri menegaskan bahwa nantinya akan mengarah kesitu. “Nantinya kedepannya kita akan mengarah situ, “jelasnya.

Kegiatan peringatan HUT PGRI Ke 73 dengan tema “Wujudkan Guru Sebagai Penggerak Menuju Indonesia, Cerdas, Berkarakter Dalam Revolusi Industri 4.0”, diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya paduan suara PGRI Kota Kediri, dan juga Go Sponsor Se Kediri Raya.

iklan