Pungutan PKL Di Pinka Bukan Instruksi Pemkab, Siapa Yang Bertangung Jawab!!

oleh

Tulungagung, memo.co.id

Lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pinka, yang membentang dari Kelurahan Tertek hingga Kelurahan Kutoanyar Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, membuat banyak pedagang kaki lima (PKL) mencoba peruntungan untuk berdagang di sana.

Namun sangat disayangkan, masih ada pihak yang memanfaatkan kondisi ini. Diantaranya mewajibkan masing-masing pedagang membayar iuran, dengan alasan yang tidak jelas.

Seperti apa yang diutarakan NN (45), salah satu PKL Pinka yang terdata dan masuk anggota paguyupan PKL dan berdagang di situ.

Kepada sejumlah awak media, NN mengaku sejak 2016 lalu sudah tergabung dalam organisasi yang mewadahi PKL di Pinka. Hal itu dibuktikan dengan tanda bukti keanggotaan, serta seragam yang dibeli seharga Rp 150 ribu.

“Ini buktinya semacam tanda bukti telah tergabung dalam kelompok paguyuban PKL, seragam yang saya pakai juga hasil beli dengan harga Rp 150 ribu,” ucap NN, Kamis (18/1).