Peringati Harlah Muslimat NU Ke 73, Kediri Bisa Menjadi Eksportir Anggrek Dunia

oleh -213 views

Kediri, Memo
Muslimat NU Kab Kediri memperingati Harlah yang ke 73. Kegiatan peringatan Harlah Muslimat NU digelar di Lapangan Candha Bhirawa, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Senin (18/3/2019).

Hadir dalam kegiatan memperingati Harlah Muslimat NU Ke 73, Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indarparawangsa, Bupati Kediri Hj. Haryanti Sutrisno, Dandim 0809 Kediri dan juga ribuan Muslimat NU yang memadati lapangan Chanda Bhirawa.

Peringatan Harlah Muslimat NU Ke 73, dengan Hidmad Muslimat NU ‘Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa’.

Bupati Kediri, Hj. Haryati Sitrisno, dalam sambutannya mengatakan, Marilah kita bekerja keras bersama sama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membantu anak anak sekolah. Muslimat NU dalam Harlah ke 73 tahun ini lebih bermanfaat bagi negara dengan konstribusi dan berperan penting dalam perubahan bangsa.

Masih dalam sambutan Bupati, Kiprah muslimat NU dibidang Kesehatan, Politik dan sosial dapat menjadi daya dorong bagi peningkatan SDM disisi lain dan juga bisa menjadi motivasi. Juga bisa menjadi pencerahan kehidupan masyarakat, mampu memberikan motivavasi dan penghargaan dalam memajukan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

“Melalui momentum ini mari kita, perkokoh kebersamaan dan persaudaraan, bahu membahu untuk mendukung pembangunan, guna mewujudkan kesejahtrean masyarakat dan kab Kediri lebih maju. Selamat untuk Harlah Muslimat NU dan kedepannya lebih jaya, “kata Bupati Kediri.

Gubenur Jatim, Khofifah Indarparanwansa, saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk pengembangan UMKM diwilayah, dengan bentukan berbagai layanan kepada masyarakat, sehingga bisa melakukan pemetaan produk produk unggulan masing masih daerah yang ada di Jawa Timur.

Masih jelas Gubenur Jatim yang juga ketua umum Muslimat NU, kita juga menambahkan sektor perizinan terpadu satu pintu (PTSP) dengan layanan 13 sektor, untuk ijin IKM dan UKM dan juga badan POM yang nantinya masyarakat yang mengurus ijin bisa lebih cepat.

“Kediri akan menjadi insiator budidaya anggrek nomor satu di Indonesia, karena pada dasarnya embrio sudah ada untuk di kembangkan dan nantinya Kediri bisa menjadi eksportir utama anggrek, karena kebutuhan anggrek dunia luar biasa. Lalu perdagangan antar wilayah, untuk industri lele, akan menjadi pusat unggulan produk di Kab Kediri karena embrionya sudah ada, “ungkapnya.(jok)