Pembangunan Swadaya Sarana Pertanian Siap Dimulai, TNI Bersama Petani Dusun Bulak Gelar Tasyakuran

oleh

NGANJUK,MEMO.CO.ID

Masyarakat petani di Desa Tirtobinangun Kecamatan Patianrowo,Nganjuk patut menyandang predikat pejuang swasembada pangan. Itu dibuktikan sudah memasuki tahun kedua ini para kaum agraris (petani,red) yang tergabung dalam gabungan kelompok tani ( gapoktan) terus melakukan pembenahan sarana pertanian.

Hasil kerja nyata itu dibuktikan oleh petani dibantu TNI/Polri bersama tokoh masyarakat tercatat menjelang akhir tahun 2017 berhasil menyelesaikan pembangunan sarana pertanian diantaranya jembatan penghubung antar desa , saluran irigasi dan check dam.

Uniknya, sumber dana yang digunakan untuk pembangunan sejumlah sarana pertanian tersebut tidak menyerap dana pemerintah pusat maupun daerah seperti Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) namun cukup melalui swadaya masyarakat.

” Karena didorong tekat kuat para petani untuk bisa meningkatkan taraf hidup dari bercocok tanam dan membantu program pemerintah yaitu pencapaian swasembada pangan akhirnya tidak ada cara lain kecuali swadaya masyarakat,” terang H.Sukamto salah satu sesepuh masyarakat setempat yang ikut andil besar dalam memprakarsai terwujudnya kegiatan tersebut.

Realitanya, pasca kegiatan pembangunan fisik tersebut sangat berdampak positip bagi petani. Diantaranya untuk kebutuhan air, petani sudah tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli air dari para bandar air karena sudah tercukupi dengan adanya check dam.

Termasuk karena sarana transportasi berupa jembatan dan jalan usaha tani sudah tertata apik dengan begitu mengurangi biaya angkut dan harga jual panen petani juga bisa meningkat.” Sekarang petani sudah bisa merasakan manfaatnya ,” ujar H.Sukamto juga.