“MAKAN IKAN LAGI”

oleh

Kediri, memo.co.id

Nurhafid
Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian UNISKA Kediri

Judul diatas sengaja saya buat untuk mengingatkan bahwa makan ikan itu sangatlah penting bagi tubuh kita terutama pada kecerdasan otak dan kwalitas jantung serta jangan lupa bagi wanita dapat meningkatkan kualitas kulit tubuh sehingga kulit akan halus dan tidak mudah keriput. Dan yang paling penting adalah dapat meningkatkan harapan hidup lebih panjang, seperti yang diucapkan pada saat kita ulang tahun “Semoga Panjang Umur dan barokah”.

Dari cerita orang-orang dahulu sering kita dengar bahwa pola konsumsi makan sangatlah sederhana, setiap kali makan hanya ada menu nasi (walupun itu tiwul, jagung) sayur dan ikan asin. Tapi kalau kita lihat orang-orang kuno dulu itu mempunyai usia yang panjang dan kecerdasan yang bagus. Ambil contoh Bapak bangsa seperti Soekarno, Hatta, Syahrir dan sebagainya, tak lupa juga Habibie, dimana beliau itu mampu membawa bangsa Indonesia seperti saat ini dengan bidang masing-masing.

Beliau-beliau ini menu makanannya pun seperti itu. Dulu memang lauk seperti ikan asin (sebut saja teri, gerih, balur) itu merupakan menu favorit.

Generasi sekarang, pola konsumsi makannya beralih ke makanan isntan, cepat saji, bahkan anak-anakpun sudah ikut-ikutan makan makanan yang tidak seharusnya. Jadi tidak kaget kalau sekarang usia muda sudah terkena penyakit seperti diabetes, kolesterol dan sebagainya, karena memang pola konsumsi kita cenderung makan makanan yang mempunyai kandungan penyebab penyakit tersebut.

Belajar dari negara Jepang, dimana negara tersebut terkenal dengan harapan hidup tertingi di dunia. Ternyata salah satu rahasianya adalah pola makan yang sehat sejak usia dini.

“Cara orang Jepang makan dan bergerak memberi keuntungan besar bagi umur panjang dan kesehatan. Dibandingkan negara maju lain, orang Jepang rata-rata makan kalori lebih sedikit tiap harinya, lebih banyak makan ikan dan sayuran dengan ukuran porsi yang lebih masuk akal”, ujar Naomi Moriyama dalam bukunya “Secret of The Word Healthiest Children: Why Japanese Children Have the Longest, Healthies Lives-And How Yours Can Too.

Sekarang kita tengok Indonesia, dimana tingkat konsumsi ikan kita masih rendah dari ASEAN. Data di KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) menunjukkan pada tahun 2016 indeks konsumsi ikan masyarakat Indonesia hanya 43,88 Kg per kapita per tahun. Angka itu jauh dari Malaysia dan Singapura yang mencapai 56,2 kilogram perkapita pertahun dan 48,9 kilogram. Jepang sudah mencapai lebih dari 100 Kg perkapita pertahun. (Republika Co.id). Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah yang kaya akan sumber ikan.