Hanung – Bima : Atasi Angka Kemiskinan Harus Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

oleh

NGANJUK.MEMO.CO.ID

Debat antar pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Nganjuk periode 2018 – 2023 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk di Gedung Wanita Selasa malam lalu membahas salah satu persoalan Kabupaten Nganjuk saat ini. Yaitu dengan mengangkat tema kemiskinan dan bagaimana cara mengtasinya.

Mengingat, masalah kemiskinan masih menjadi persoalan krusial di kabupaten ini. Karena sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Nganjuk masih cukup tinggi yaitu sekitar 12,25 prosen dari jumlah penduduk. Atau sekitar 127 ribu warga yang hidupnya masih tergolong miskin.

Dengan angka seperti itu, maka jumlah warga miskin di Kabupaten Nganjuk lebih tinggi daripada angka rata rata jumlah penduduk miskin secara nasional maupun angka rata rata warga miskin tingkat Jawa Timur. Untuk tingkat nasional jumlah warga miskin mencapai sekitar 10,12 prosen dari jumlah penduduk. Sedangkan untuk jumlah warga miskin tingkat Jawa Timur mencapai 11,20 persen dari jumlah penduduk.

Dengan data seperti itu, maka saat ini ada pekerjaan berat bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan taraf hidup warga Nganjuk. Tentu saja masalah ini menjadi salah satu PR yang cukup berat bagi bupati terpilih mendatang.

Dalam sesi debat antar pasangan calon Selasa, malam, pasangan nomor utur 1, yang diwakili calon wakil bupati DR. Marhen Jumadi, menyampaikan cara mengatasi masalah kemiskinan ini. Menurut dia, orang menjadi miskin salah satu yang menjadi penyebabkan adalah masalah mental.

“Menurut saya, orang menjadi miskin itu salah satunya faktor mental. Ia malas bekerja. Malas kerja ini akibat dari mentalitas miskin itu. Karena itu harus dirubah mentalitas seperti ini,” ujar Marhen Jumadi.