Camat dan Kepala Desa Sosialisasikan Hak Kompensasi Pada Warga Terdampak Bandara

oleh -62 views
Camat dan Kepala Desa Sosialisasikan Hak Kompensasi Pada Warga Terdampak Bandara
Camat dan Kepala Desa Sosialisasikan Hak Kompensasi Pada Warga Terdampak Bandara

Kediri, Memo
Seluruh kepala desa dan Camat di tiga wilayah yang terdampak proyek pembangunan Bandara Kediri, kerja keras siang malam untuk melakukan sosialisasi terhadap hak hak pompensasi, pada warga yang belum melepas lahan pekarangannya.

Kepala Bappeda Kabupaten Kediri Sukadi, mengaku bahwa sosialisasi yang dilakukan para kepala desa dan camat tersebut membuahkan hasil. Pasalnya, deadline pemberian kompensasi tinggal 1 hari saja. Bila, warga tetap menolak, justru mereka yang akan rugi.

” Kami tida\k ingin warga menjadi dirugikan. Sedang peraturan, harus dijalankan. Tidak ada jalan nego. Kecuali sebelum batas akhir itu sudah ada kesadaran bersama.” katanya .

Hingga kemarin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri mencatat, warga yang belum melepaskan hak kepemilikan tanahnya hanya tinggal belasan orang.

“Data selalu bergerak, mungkin malam ini (tadi malam, Red) bisa saja bertambah. Karena beberapa masih proses,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Kediri Sukadi.

Dia menjelaskan bahwa data terakhir hanya tinggal 19 orang yang belum melepas lahannya. “Hari ini (kemarin, Red) progresnya di Desa Grogol tambah enam orang yang melepas,” imbuhnya.

Kta Sukadi, petugas yang terlibat termasuk kepala desa (kades) dan camat yang warganya terdampak, terus terjun ke lapangan. Sukadi menegaskan bahwa mereka menindaklanjuti pengajuan warga. Di antaranya permintaan appraisal atau ukur ulang. Maupun permintaan untuk pelepasan lahan.

“Ini teman-teman camat dan kepala desa masih di lapangan. Dan itu memang tugas kita untuk mengingatkan warga. Jangan sampai mereka kena konsinyasi,” terang pejabat pemkab tersebut.

Terkait kompensasi yang diberikan pada warga terdampak, Sukadi menegaskan bahwa hal itu atas usulan warga. Sebelumnya, dia telah mengingatkan warga untuk mencatat dan mengusulkan aktivitas usaha apa saja yang dilakukan di rumah mereka. Seperti ternak unggas maupun ternak ruminansia (sapi). Dari keterangan Sukadi, itu dikategorikan sebagai usaha.

Sekali lagi, dia menjelaskan, untuk hewan ternak, bagi warga yang memiliki empat sapi akan diberi kompensasi sampai Rp 50 juta. Itu bisa digunakan sebagai dana pemindahan dan pembuatan kandang.

“Karena mereka yang ternak sapi dianggap sebagai usaha,” ungkap pria yang pernah menjabat Kabag Hukum Pemkab Kediri ini.

“Saya juga menunggu terkait mereka menyampaikan usahanya. Jadi mereka sendiri yang harus laporan ke saya, terkait apa saja yang dimiliki,” pesannya. ( adv / Kominfo )