BPBD Kabupaten Pantau Musim Kemarau Panjang dan Waspadai 9 Daerah Bahaya

oleh -143 views
BPBD Kabupaten Pantau Musim Kemarau Panjang dan Waspadai 9 Daerah Bahaya
BPBD Kabupaten Pantau Musim Kemarau Panjang dan Waspadai 9 Daerah Bahaya

Kediri, Memo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Kediri mewaspadai 9 daerah yang diperkirakan memiliki potensi terdampak akibat musim kemarau panjang.BPD memperkirakan kemarau panjang masih terjadi hingga bulan Oktober mendatang.

BPBD telah mendata sembilan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih tahun ini. Sembilan daerah itu merupakan desa-desa yang tersebar di lereng gunung Kelud dan Wilis.

Di antaranya seperti Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung; Desa Satak, Kecamatan Puncu; dan Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten. Juga di daerah barat sungai seperti Desa Bobang, Kecamatan Semen yang tahun lalu mengalami kekeringan sumur.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten untuk melakukan dropping air di beberapa daerah pertanian yang mengalami kekurangan air. Kekeringan yang melanda beberapa daerha, tidak sampai berdampak ke daerah pemukiman penduduk. Hanya daerah pertanian saja yang perlu diwaspadari. Selain itu, beberapa daerah di lereng pegunungan juga terus dipantau petugas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira, mengatakan, selain antisipasi daerah pertanian yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), pihaknya juga siaga jika kekeringan melanda areal pemukiman.

“Jika memang membutuhkan, kami akan siap melakukan dropping sesuai kebutuhan,” ujar Randy. Dijelaskan juga, dropping yang dilakukan BPBD jika ada daerah yang kekurangan air bersih biasanya dengan mobilisasi air menggunakan 2 truk tangki. Kapasitasnya 400 liter per tangki. Sejauh ini, menurutnya, kondisi kemarau di Kabupaten Kediri untuk wilayah pemukiman masih aman. Belum ada daerah yang melaporkan kejadian kekurangan air bersih.

Di sisi lain, akibat kemarau panjang ini di beberapa lokasi terlihat pepohonan yang daunnya mulai meranggas. Apalagi di beberapa tempat juga telah terjadi kebakaran ilalang. Utamanya di areal hutan yang terdapat banyak ilalang kering.

Tentu saja, dengan keadaan demikian, sebelumnya Randy telah mengungkapkan bahwa kemarau hanya menjadi faktor pendukung dalam kejadian kebakaran. “Meskipun belum bisa memastikan tapi selama ini disinyalir tetap karena fakor aktivitas manusia,” jelasnya. ( adv / kominfo )