Bandara Kediri Layani Transportasi Udara 10 Juta Penduduk – Airnav Minta Dukungan Pemda

oleh -93 views
Bandara Kediri Layani Transportasi Udara 10 Juta Penduduk - Airnav Minta Dukungan Pemda
Bandara Kediri Layani Transportasi Udara 10 Juta Penduduk - Airnav Minta Dukungan Pemda
iklan

Kediri, Memo
Kebaradaan Bandara Kediri sebagai wujud pelayanan transportasi udara bagi 10 juta warga yang tinggal di 6 wilayah. Keenam wilayah Kabupaten dan Kota tersebut, merupakan bandara pengumpan di jalur lintas selatan . Keenam daerah lintas selatan tersebut, diantaranya Kediri, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Madiun

Direktur Utama Airnav Indonesia Noviriyanto mengungkapkan, ketika Bandara Kediri sudah beroperasi nanti, Noviriyanto mengatakan, tidak akan memecah fungsi dengan Bandara Juanda di Surabaya. Sebab Kediri merupakan bandara pengumpan. Berbeda dengan Surabaya yang tetap menjalankan fungsinya sendiri.

iklan

Airnav sudah punya tatanan dan strategi sendiri untuk mengatur rute penerbangan. Bandara Kediri berada di jalur selatan pulau Jawa. Sama seperti rute Bandung, Tatibaru, Jenderal Sudirman, Wiradinata, lalu ada Bandara Kediri.

Dengan jalur selatan tersebut, nantinya akan menjadi jalur tersendiri untuk melayani konsumen di Kediri dan lima kabupaten di sekitarnya. Yaitu Madiun, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar. “10 juta penduduk tersebut harus didukung transportasi udara yang sifatnya cepat,” papar Noviriyanto.

Potensi penduduk yang tergolong padat tersebut ke depannya akan sangat bagus. Semisal ada 25 persen yang berpergian, itu sudah menjadi ketertarikan tersendiri. “Masalah apakah Bandara Kediri termasuk internasional, nanti akan dilihat progresnya dan rutenya seperti apa,” imbuhnya.

Noviriyanto berharap, dukungan dari Pemda Kabupaten Kediri dan Pemprov Jatim. Pasalnya, keberadaan bandara juga membutuhkan infrastruktur lain. Infrastuktur penunjang masyarakat Kediri sendiri yang akan disiapkan, nanti ada kerja sama dengan pemda, PU dan pihak lain yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. “Termasuk jalan tol, nanti ada investor tersendiri,” katanya. ( Adv / Kominfo )

iklan
iklan