1 Pebruari 2018, 20 Kantor Kecamatan Serentak Terapkan Absensi Sidik Jari

oleh

NGANJUK,MEMO.CO.ID

Untuk meningkatkan kedisiplinan kerja Aparatur Sipil Negara ( ASN), Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berbenah. Salah satunya pembenahan sarana absensi pegawai dari manual ditingkatkan menjadi absensi elektronik atau populer dengan istilah finger print (ceklok).

Penggunaan sarana absensi elektronik tersebut berlaku untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik dinas maupun kantor. Seperti halnya pada tanggal 1 pebruari 2018 ini, secara bersamaan sebanyak 20 kantor kecamatan di Kabupaten Nganjuk sudah menggunakan sistim absensi sidik jari (finger print).

Hal itu seperti dikatakan Camat Tanjunganom Muhammad Makruf kepada wartawan memo.co.id membenarkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 pebruari tahun ini (2018) secara serentak sebanyak 20 kantor kecamatan mendapat fasilitas sarana absensi secara elektronik.

Pada awal penggunaan alat absensi sidik jari ini masih dikatakan Muhammad Makruf dari operator kecamatan terus melakukan pendataan identitas ASN untuk dimasukkan data base .

” Daftar nama pegawai yang dimasukkan dalam data base ceklok tidak hanya dari internal pegawai kecamatan saja,namun dari pegawai UPTD dinas yang ada dikecamatan juga didata,” ujarnya.